Sabtu, 29 Juni 2013

Kembangkan Hutan Nagari, Bupati Solok Selatan Diundang ke Laos

Bupati Solok Selata Muzni Zakaria diundang oleh Kelompok Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sebagai narasumber pertemuan tahunan hutan desa di Laos karena berhasil mengembangkan hutan berbasis nagari (desa).
"Kegiatan tersebut merupakan pertemuan tahunan hutan desa atau nagari. Kabupaten Solok Selatan merupakan salah satu daerah yang berhasil menciptakan penjagaan hutan berbasis nagari di Indonesia oleh karena itu diundang langsung ke Loas sebagai narasumber," kata Muzni Zakaria di Padang Aro, Rabu.
Hutan nagari yang ada di Solok Selatan berada di bukit Panjang Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauah Duo, Kecamatan Alam Pauah Duo seluas 650 Hektare.
Keinginan untuk menjadikan hutan nagari tersebut datang dari masyarakat sekitar yang difasilitasi dan dibantu oleh KKI Warsi.
"Karena keberhasilan Solok Selatan menciptakan Pengawasan Hutan Berbasis Nagari (PHBN) tersebutlah kita di undang ke laos sebagai narasumber dan berbagi informasi cara pengembangannya," jelasnya.
Pengajuan permohonan untuk menjadikan Bukit Panjang hutan nagari sudah dilakukan oleh KKI Warsi bersama masyarakat yang dibantu oleh Dinas Kehutanan provinsi maupun kabupaten sejak tahun 2009.
Pada November 2011 dikeluarkan Surat Kerja (SK) Penetapan area oleh menteri Kehutanan Republik Indonesia.
Selanjutnya tanggal 19 Januari 2012 Gubernur Sumatera Barat mengeluarkan SK Izin Hak Pengelolaan Hutan Nagari Jorong Simancuang yang diserahkan 8 Februari 2012 melalui Dinas Kehutanan provinsi.
Dengan adanya SK Gubenur tersebut yang mempunyai kekuatan hukum masyarakat bisa mencegah pembalakan liar oleh orang luar yang tidak bertanggung jawab.
Dengan adanya izin masyarakat melalui Lembaga Pengelolaan Hutan Nagari (LPHN) dapat melaksanakan rencana kerja satu tahun dan 35 tahun.
Muzni berharap, Jorong simancuang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di kabupaten itu untuk menciptakan hutan nagari.
"Kita berharap nagari lain terpacu dan termotivasi dengan Jorong Simancuang untuk pengembangan hutan nagari sehingga lingkungan dan kawasan hutan di Solok Selatan bisa lebih terjaga," katanya. (**/rik)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.